Minggu, 20 April 2014
tato unik
Jumat, 18 April 2014
ibu termuda di Inggris
wisata asik;Seorang gadis berusia 12 tahun telah melahirkan seorang bayi dari
pasangannya masih berusia 13 tahun. Ini membuat mereka menjadi orang tua
termuda di Inggris.
Gadis itu, yang tidak bisa disebutkan namanya atas alasan hukum, melahirkan seorang putri pada akhir pekan lalu, setelah hamil ketika dia masih masih duduk di sekolah dasar, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (16/4).
Dia saat itu masih berusia sebelas tahun saat mengandung, dan sekarang duduk di kelas 7 di sekolahnya. Pacarnya, yang juga tidak disebutkan namanya, masih duduk di kelas 9 di sekolah berbeda.
Pasangan ini tercatat memiliki usia gabungan terendah dari para orang tua di Inggris. Gadis itu, yang berusia 12 tahun tiga bulan, masih lima bulan lebih muda dari ibu termuda sebelumnya di Inggris, Tressa Middleton.
Anak mereka memiliki berat 3,1 kilogram, yang dekat dengan rata-rata untuk anak seorang bayi perempuan seberat 3,2 kilogram, seperti dikutip koran the Sun, hari ini.
Ibu gadis itu, berusia 27 tahun, yang juga seorang ibu muda sebelumnya, sekarang menjadi salah satu dari nenek termuda di Inggris.
Pasangan muda itu, dari utara London, telah menjalin hubungan selama setahun dan mengatakan mereka benar-benar saling jatuh cinta. Mereka bertemu saat Natal 2012, ketika gadis itu berusia sepuluh tahun sementara pasangannya berusia 12 tahun. Kemarin, ibu muda itu pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan kelahirannya dengan ibu dan wanita lainnya.
"Kakek-nenek kedua pasangan itu sangat mendukung. Ini adalah situasi yang sangat sulit karena orangtua keduanya juga masih muda, tapi keluarga mereka ada untuk mendukung keduanya," ucap seorang sumber kepada the Sun.
"Ayah dan ibu bayi itu telah menjalin hubungan selama lebih dari setahun, jadi ini bukan sebuah romantisme sekilas. Mereka berniat untuk tetap bersama dan membesarkan anak mereka secara bersama-sama," lanjut sumber tidak disebutkan identitasnya itu. "Mereka sudah terkait satu sama lainnya, benar-benar saling mencintai. Gadis itu sangat mencintai pasangannya. Dia melihat ini sebagai cinta sejati. Mereka ingin menikah."
Sumber itu juga mengatakan bagaimana insiden ini telah mengejutkan teman-teman sekelas gadis itu. Sang ibu muda itu meninggalkan sekolah pada bulan lalu, dan dikatakan, tidak tampak hamil.
Ibu termuda di Inggris sebelumnya, Tressa Middleton, hamil saat usianya sebelas tahun dan melahirkan saat berusia 12 tahun di Edinburgh, Skotlandia, pada 2006.
Sementara untuk ayah termuda pernah tercatat jatuh kepada Sean Stewart, dari Kota Bedford, Inggris, yang menjadi seorang bapak saat berusia 12 tahun pada 1998.
Namun, Kantor Statistik Nasional Inggris menyebut dari angka-angka dirilis pada Februari lalu menunjukkan tingkat kelahiran di bawah usia 18 tahun di Inggris tetap terendah sejak 1969 di angka 27,9 per 1.000 perempuan berusia 15-17 tahun.
Jumlah kehamilan dari perempuan di bawah 18 tahun turun ke angka 27.834 wanita pada 2012 dibandingkan pada 2011 di angka 31.051 perempuan. Ini turun sepuluh persen.
Sekitar 5.432 perempuan di bawah usia 16 tahun mengalami kehamilan pada 2012. Ini lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kehamilan pada 2011 dengan jumlah 5.991 wanita, dan turun 9,3 persen.sumber;merdeka
selanjutnya klik disini
Gadis itu, yang tidak bisa disebutkan namanya atas alasan hukum, melahirkan seorang putri pada akhir pekan lalu, setelah hamil ketika dia masih masih duduk di sekolah dasar, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (16/4).
Dia saat itu masih berusia sebelas tahun saat mengandung, dan sekarang duduk di kelas 7 di sekolahnya. Pacarnya, yang juga tidak disebutkan namanya, masih duduk di kelas 9 di sekolah berbeda.
Pasangan ini tercatat memiliki usia gabungan terendah dari para orang tua di Inggris. Gadis itu, yang berusia 12 tahun tiga bulan, masih lima bulan lebih muda dari ibu termuda sebelumnya di Inggris, Tressa Middleton.
Anak mereka memiliki berat 3,1 kilogram, yang dekat dengan rata-rata untuk anak seorang bayi perempuan seberat 3,2 kilogram, seperti dikutip koran the Sun, hari ini.
Ibu gadis itu, berusia 27 tahun, yang juga seorang ibu muda sebelumnya, sekarang menjadi salah satu dari nenek termuda di Inggris.
Pasangan muda itu, dari utara London, telah menjalin hubungan selama setahun dan mengatakan mereka benar-benar saling jatuh cinta. Mereka bertemu saat Natal 2012, ketika gadis itu berusia sepuluh tahun sementara pasangannya berusia 12 tahun. Kemarin, ibu muda itu pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan kelahirannya dengan ibu dan wanita lainnya.
"Kakek-nenek kedua pasangan itu sangat mendukung. Ini adalah situasi yang sangat sulit karena orangtua keduanya juga masih muda, tapi keluarga mereka ada untuk mendukung keduanya," ucap seorang sumber kepada the Sun.
"Ayah dan ibu bayi itu telah menjalin hubungan selama lebih dari setahun, jadi ini bukan sebuah romantisme sekilas. Mereka berniat untuk tetap bersama dan membesarkan anak mereka secara bersama-sama," lanjut sumber tidak disebutkan identitasnya itu. "Mereka sudah terkait satu sama lainnya, benar-benar saling mencintai. Gadis itu sangat mencintai pasangannya. Dia melihat ini sebagai cinta sejati. Mereka ingin menikah."
Sumber itu juga mengatakan bagaimana insiden ini telah mengejutkan teman-teman sekelas gadis itu. Sang ibu muda itu meninggalkan sekolah pada bulan lalu, dan dikatakan, tidak tampak hamil.
Ibu termuda di Inggris sebelumnya, Tressa Middleton, hamil saat usianya sebelas tahun dan melahirkan saat berusia 12 tahun di Edinburgh, Skotlandia, pada 2006.
Sementara untuk ayah termuda pernah tercatat jatuh kepada Sean Stewart, dari Kota Bedford, Inggris, yang menjadi seorang bapak saat berusia 12 tahun pada 1998.
Namun, Kantor Statistik Nasional Inggris menyebut dari angka-angka dirilis pada Februari lalu menunjukkan tingkat kelahiran di bawah usia 18 tahun di Inggris tetap terendah sejak 1969 di angka 27,9 per 1.000 perempuan berusia 15-17 tahun.
Jumlah kehamilan dari perempuan di bawah 18 tahun turun ke angka 27.834 wanita pada 2012 dibandingkan pada 2011 di angka 31.051 perempuan. Ini turun sepuluh persen.
Sekitar 5.432 perempuan di bawah usia 16 tahun mengalami kehamilan pada 2012. Ini lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kehamilan pada 2011 dengan jumlah 5.991 wanita, dan turun 9,3 persen.sumber;merdeka
Buah zakar diremas teman, remaja di Irlandia koma
Seorang remaja 17 tahun asal Artane, Ibu Kota Dublin, Irlandia,
koma karena serangan jantung saat buah zakarnya diremas oleh teman
kelasnya.
Insiden itu terjadi pada Kamis lalu saat sekelompok remaja bercengkerama ketika istirahat makan siang di sekolah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (15/4).
Setelah diremas buah zakarnya remaja itu langsung pingsan hingga dinyatakan koma di Rumah Sakit Beaumont.
Seorang sumber dekat keluarga remaja itu mengatakan insiden itu bukan penganiayaan.
Setelah kejadian itu seorang guru dan salah satu remaja berupaya memberikan napas buatan sambil menunggu petugas medis datang.
Remaja itu kini dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Polisi Irlandia sedang menyelidiki kasus ini.
selanjutnya klik disini
Insiden itu terjadi pada Kamis lalu saat sekelompok remaja bercengkerama ketika istirahat makan siang di sekolah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (15/4).
Setelah diremas buah zakarnya remaja itu langsung pingsan hingga dinyatakan koma di Rumah Sakit Beaumont.
Seorang sumber dekat keluarga remaja itu mengatakan insiden itu bukan penganiayaan.
Setelah kejadian itu seorang guru dan salah satu remaja berupaya memberikan napas buatan sambil menunggu petugas medis datang.
Remaja itu kini dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Polisi Irlandia sedang menyelidiki kasus ini.
Jumat, 11 April 2014
Fenomenalis-sejumlah media besar China melaporkan adanya perairan berbahaya di Danau Poyang, danau terbesar di China, Pada 20 Oktober 2010. Danau Poyang dikenal sebagai ‘Segitiga Bermuda di Timur.’Lebih dari 200 perahu tenggelam di perairan tersebut selama 30 tahun. 1.600 orang dinyatakan hilang dan sekitar 30 korban mengalami sakit mental.
Segitiga Bermuda ini terletak di utara Danau Poyang, Wilayah Duchang, Provinsi Jiangxi. Disebelah utara danau tersebut terdapat kuil yang disebut kuil Laoye. Oleh sebab itu penduduk setempat menyebut perairan itu sebagai perairan kuil Laoye.
Di antara kapal yang hilang di wilayah itu, salah satunya ada yang berbobot 2.000 ton. Peristiwa ini terjadi pada 3 Agustus 1985 bersama 13 kapal dan perahu lain yang mengalami musibah di perairan tersebut. Yang menjadi misteri adalah kapal itu tidak dapat ditemukan meskipun telah dilakukan upaya-upaya pencarian secara maksimal.
Badai Dapat Terjadi Kapan Saja
Menurut sejumlah laporan media, banyak nelayan setempat berdoa dengan membakar dupa atau mengadakan upacara sebelum mereka melakukan perjalanan di perairan itu. “Badai dapat menghantam setiap saat,” ujar Zhang Xiaojin (50), yang telah menjadi nelayan di perairan kuil Laoye selama 20 tahun. Dia dan nelayan lainnya selalu berhati-hati dengan mengamati setiap perubahan kecil di danau tersebut, seberapapun jauhnya mereka memasuki danau itu.
“Saya teringat, pada suatu hari di musim dingin tahun 2001, kami berada di tengah danau. Awalnya semua terlihat baik-baik saja, namun tiba-tiba cuaca berubah secara mendadak. Gelombang menjadi begitu dahsyat, sehingga seluruh kapal mencoba merapat ke tepi danau,” ujar Wang Fangren, seorang yang telah berpengalaman berlayar selama 50 tahun.
“Salah satu perahu pengangkut pasir tiba-tiba tenggelam.”
Menurut Wang, biasanya terdapat tanda-tanda sebelum badai dahsyat menghantam. Namun badai di perairan kuil Laoye selalu datang tiba-tiba.“Badai biasanya berlangsung sekitar 20 menit dan normal kembali seolah tidak pernah terjadi apapun,” ujarnya.
Pada 16 April 1945, sebuah kapal Jepang tenggelam di perairan kuil Laoye. Tak satupun dari 20 awaknya selamat.
Setelah itu Jepang mengirim tim penyelamat bawah air. Hanya satu orang yang dapat kembali dan sisanya menghilang tanpa bekas. Orang yang selamat ini terlihat ketakutan, setelah dia menanggalkan pakaian renangnya, dia hilang ingatan.
Kemudian, sebuah misi penyelamatan dilakukan selama beberapa bulan, namun tidak ada apapun yang dapat ditemukan dan beberapa penyelam Amerika-pun juga turut lenyap tanpa bekas.
Han Lixian, salah seorang penduduk kota Duchang mengatakan, “Pada tahun 1977, orang-orang di wilayah ini membangun tiga bendungan, salah satunya dibangun dekat perairan kuil Laoye. Suatu malam bendungan dengan panjang 2.000 kaki, lebar 165 kaki dan dengan ketinggian 16 meter di atas air itu, tenggelam tanpa gemuruh sedikitpun.”
Angin Aneh
Beberapa waktu lalu, seorang wartawan dari Harian Jiangxi pergi ke perairan kuil Laoye bersama sejumlah ilmuwan. Ketika dia berdiri di kuil Laoye, dia merasakan angin kencang bertiup dari arah selatan menuju utara. Namun ketika dia melihat air, percikannya terlihat bertiup dari arah utara ke selatan. Tampaknya angin sedang bertiup dari dua arah yang berlawanan.
Kemudian, ketika angin bertiup kencang, percikan air di danau tidak membentuk garis lurus namun dalam bentuk ‘V’. Angin aneh dan percikan ini membuat sulit bagi nelayan untuk memberi tahu arah
Perahu-Perahu Jungkir-balik Tanpa Terlihat Ombak maupun Angin
Bagaimanapun, orang percaya bahwa angin aneh ini yang membuat perairan ini menjadi berbahaya. Jin, kepala biara kuil Laoye, mengatakan bahwa pada 5 Maret lalu, saat cuaca cerah, sebuah kapal berbobot 1.000 ton, terbalik diperairan tersebut. Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya.
Dalam pandangan peduduk setempat, ada sebuah legenda yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Yuan mengobarkan perang terhadap pesaingnya Chen Youliang dekat danau Poyang, Zhu kalah dan mundur ke tepi danau. Tidak ada perahu di danau itu, namun seekor kura-kura raksasa muncul dan membantu Zhu menyeberangi danau tersebut.
Setelah Zhu menjadi kaisar, dia menjadikan kura-kura sebagai jenderal dan membangun kuil Laoye dekat danau itu untuk mengenang kura-kura tersebut. Penduduk setempat yakin bahwa roh penyu itulah yang telah mengganggu para nelayan.
Seorang pakar setempat mengatakan kepada media bahwa mereka telah menemukan apa yang menyebabkan perairan tersebut berbahaya.
“Sebuah gambar infra merah menunjukkan bahwa terdapat tebing pasir dengan ketinggian sekitar 6.600, melintang dari timur ke barat, di bawah perairan kuil Laoye. Hal inilah yang mengakibatkan terciptanya pusaran air di bawah danau. Pusaran ini sangat memungkinkan menarik dan menenggelamkan kapal dan sejumlah perahu,” ujar laporan tersebut.
Namun, teori ini belum dapat menjelaskan mengapa bangkai-bangkai kapal yang tenggelam tidak pernah ditemukan. (EpochTimes/sua)
Langganan:
Postingan (Atom)
